Terinpirasi dari seorang “adik” ketika wawancara PDKT 2011, ini adalah grand desain hidup saya yang menjadi target serta tujuan hidup saya. Saya membagi prioritas diri menjadi 4 elemen yang tidak terpisahkan, dalam hal ini diibaratkan menjadi air, tanah, api dan udara. Tujuannya pembagian ini adalah untuk memudahkan dalam menentukan target2 jarak dekat saya. Apabila semua telah direncanakan maka untuk dapat menguasai ke-4 elemen tersebut menjadi lebih mudah. Sehingga dengan kemampuan pengendalian 4 elemen tersebut, saya dapat menjaga kestabilan dunia. Karena saya adalah avatar yang hilang 100 tahun yang lalu. Ini serius ! Jangan bilang siapa2 ya
Keterangan :
1. Air (water)
Air saya ibaratkan sebagai keluarga, keluarga disini dapat berarti keluarga di kampung halaman maupun teman2 yang telah saya anggap sebagai keluarga. Sudah jadi rahasia umum kalau air adalah sumber kehidupan, hal ini merupakan aspek yang saya sadari betapa sangat pentingnya arti keluarga. Keluarga dapat menjadi penyemangat dikala putus asa, penghibur diri dikala stress serta penasehat yang paling efektif dikala sedang mengalami kesulitan. Selain itu, pelajaran pertama kali yang saya peroleh juga berasal dari dalam keluarga.
‘Aisyah Radhiyallahu ‘anha meriwayatkan, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam telah bersabda :
“Sebaik-baik kalian adalah orang yang paling baik bagi keluarganya. Dan aku orang yang paling baik bagi keluargaku” (HR. At Tirmidzi dan Ibnu Majah)
2. Tanah (earth)
Tanah saya ibaratkan sebagai agama, sebagai hamba Allah SWT. Saya harus mengetahui pedoman kehidupan menurut-Nya didalam Al-qur’an & Sunnah Rasulullah SAW sehingga tidak akan lalai pada tempat saya berpijak. Disini saya dapat mengetahui hal2 yang boleh dilakukan maupun tidak boleh dilakukan. Semoga selalu ditunjukki kepada jalan yang lurus yaitu jalan orang-orang yang telah Engkau beri nikmat kepada mereka, bukan jalan mereka yang dimurkai dan bukan pula jalan mereka yang sesat. Aamiin
“Segala puji bagi Allah yang telah menurunkan kepada hamba-Nya Al-Qur’an, dan Dia tidak membuat sesuatu yang tidak lurus di dalamnya. Sebagai bimbingan yang lurus, untuk memperingatkan (manusia) akan siksa yang pedih dari Allah dan memberi kabar gembira kepada orang-orang beriman, yang mengerjakan amal soleh, bahwa mereka akan mendapat balasan yang baik. Mereka (akan menikmati kehidupan surga) kekal di dalamnya untuk selamanya”(QS. Al-Kahfi:1-3)
3. Api (fire)
Api saya ibaratkan sebagai karir / pekerjaan, kehidupan tidak lepas dari bekerja keras. Keraslah engkau pada kehidupan atau kehidupan yang akan keras terhadapmu. Untuk menghidupkan api diperlukan bahan bakar, selain itu bahan bakar juga dapat menentukan kualitas api yang dihasilkan. Bahan bakar yang baik akan menghasilkan api yang bersih dari sisa pembakaran (asap/karbon), akan tetapi apabila bahan bakar yang digunakan buruk maka akan dihasilkan api menghasilkan banyak sisa pembakaran. oleh sebab itu saya berusaha untuk mengisi bahan bakar tersebut dengan segala sesuatu yang bersifat positif dan tidak merugikan orang lain.
Allah berfirman: “dan katakanlah: bekerjalah kamu, maka Allah dan Rasul-Nya serta orang-orang beriman akan melihat pekerjaan itu, dan kamu akan dikembalikan kepada Allah Yang Maha Mengetahui akan yang ghaib dan yang nyata lalu diberitakannya kepadamu apa yang telah kamu kerjakan. (QS. At-Taubah 105).
4. Udara (air)
Udara saya ibaratkan sebagai hubungan sosial. Keinginan terbesar saya adalah dapat menjadi seseorang yang bermanfaat bagi orang lain. Masih belum banyak hal dapat saya berikan saat ini, akan tetapi seiring dengan berjalannya waktu pasti bisa saya wujudkan hal2 luar biasa tersebut. InsyaAllah saya akan selalu coba untuk memberikan manfaat bagi orang lain di waktu kapan pun dan tempat mana pun dimana saya berada, dengan cara saya sendiri tentunya.
“Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak mamfaatnya bagi orang lain.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini adalah target jangka panjang yang saya rencanakan, walaupun masih banyak kekurangan pada diri saya sendiri namun akan terus saya coba untuk selalu melakukan evaluasi terhadap pencapaian2 yang telah ada.
Semoga akan indah pada waktunya…
Solo, 3 Desember 2011








